8 Alasan Ilmiah Mengapa Memelilhara Kucing Sangat Baik untuk Kesehatan Kita

Banyak alasan diantara pecinta haiwan untuk memelihara haiwan, begitu juga alasan catlovers untuk memelihara kucing. Sebahagian catlovers memelihara kucing kerana menganggap bahawa kucing adalah haiwan yang lucu dan manja atau berbagai alasan lainnya. Namun tahukah catlovers bahawa memelihara kucing juga baik juga untuk kesehatan. Berikut Cattery.co.id akan menjelaskan alasan ilmiah mengapa memelihara kucing sangat baik bagi kita. 

1. Kucing dapat menurunkan risiko penyakit jantung

Sama seperti anjing, memelihara kucing dapat menurunkan tingkat stress kita. Berdasarkan Journal of Vascular and Interventional Neurology dari National Institutes of Health, kucing dapat digunakan sebagai salah satu strategi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular penyebab serangan jantung dan stroke. Hal ini terbukti bahawa orang yang memelihara kucing memiliki kecenderungan terhindar dari penyakit kardiovaskular.

 

2. Kucing dapat membantu anak penderita autisme

Peneliti dari Universitas Missouri menemukan bahawa interaksi sosial pada anak penderita autis meningkat secara dramatis ketika ia berada didekat kucing. Dalam study tersebut, orang tua si anak mengatakan bahawa terdapat hubungan yang erat antara kucing dan anaknya. Pada umumnya, anak penderita autisme sangat sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun studi ini mununjukkan bahwa asertivitas -suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain- anak penderita autisme lebih besar jika mereka hidup dengan kucing.

 

3. Dengkuran Kucing membantu untuk menyembuhkan tulang, tendon dan otot.

 

Seperti catlovers tahu, bahawa kucing yang sedang bahagia biasanya akan mendengkur (purring). Namun suara dengkuran kucing juga telah lama dikaitkan memiliki kemampuan untuk penyembuhan terapi pada tulang dan otot manusia. Berdasarkan penelitian Universitäts-Hautklinik di Jerman menunjukkan bahawa frekuensi 18-35 Hz memiliki efek positif pada mobilitas sendi pasca cedera. Dan ternyata frekuensi ini sangat sesuai dengan suara dengkuran kucing juga catlovers. Hal senada pun dikatakan oleh Leslie A. Lyons, asisten profesor di School of Veterinary Medicine University of California, “Hubungan antara frekuensi dengkuran kucing dan peningkatan penyembuhan tulang dan otot dapat membantu manusia”.

 

4. Kucing dapat membantu kita bercinta

 

Jika catlovers seorang lelaki, sepertinya memelihara kucing akan sangat membantu. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang psikologist sekaligus peneliti haiwaan peliharaan, Dr June McNicholas, menemukan bahwa wanita (baik yang single ataupun sudah memiliki pasangan) lebih tertarik terhadap pria yang menyukai hewan. 90% wanita menganggap bahwa lelaki yang menyukai kucing adalah lelaki yang baik dan sangat peduli. Menarik bukan catlovers?

 

5. Kucing dapat mengurangi infeksi dan masalah pernapasan pada anak-anak

 

Siapa sangka bahawa kucing dapat membantu anak-anak melawan infeksi saluran pernapasan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Jurnal Pediatrics: Official Journal of the American Academy of Pediatrics, yang ditulis oleh Eija Bergroth, dkk menemukan bahawa bayi yang melakukan kontak dengan kucing atau anjing pada tahun pertamanya cenderung memiliki tingkat imunitas yang lebih kuat, terutama melawan penyakit pernafasan. Penguatan imunitas ini sangat membantu si anak melawan berbagai penyakit yang akan dihadapi kedepannya. 

 

6. Kucing dapat membantu anak melawan alergi

 

Lebih bersih tidak selalu berarti lebih baik, ini lah hasil sebuah penelitian oleh  Susan V. Lynch dan Robert A. Wood dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology. Anak-anak yang terpapar alergen kucing pada tiga tahun pertama umurnya cenderung lebih tahan terhadap alergi. Dengan melakukan kontak dengan kucing, akan meningkatkan imunitas si anak terhadap alergi yang seringkali dialami di kota-kota besar.

7. Kucing memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental kita

 

Siapa sangka bahawa sering berpelukan dengan kucing dapat meningkatkan kesihatan mental kita. Survei yang dilakukan oleh Cats Protection dan Mental Health Foundation terhadap 600 orang pada tahun 2011 menemukan kesimpulan yang menarik. Setengah dari jumlah sampel ini mengaku bahawa mereka memiliki masalah kesehatan mental. Berdasarkan survei tersebut, memelihara kucing memiliki beberapa manfaat pada catlovers. 87% dari pemilik kucing merasa bahawa kucing memiliki dampak positif terhadap kesejahteraannya. Sedangkan 76 persen merasa bahwa kehidupan sehari-harinya menjadi lebih mudah dihadapi berkat kucing. Terbukti bukan bahwa membelai kucing adalah kegiatan yang dapat menenangkan dan membantu kita.

 

8. Dan terakhir, bahkan melihat video kucing sangat bagus untuk kita

 

Inliah yang menjadi alasan mengapa video kucing sangat populer. Ternyata berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 7000 orang oleh Indiana University. Survei ini dilakukan oleh asistan profesor, Jessica Gall Myrick, yang dipublikasikan di Computers in Human Behavior. 36 persen participant mengakui bahawa ia adalah “orang kucing”, sedangkan 60 persen mengatakan bahawa ia suka kucing dan anjing. Hasil penelitian tersebut menemukan bahawa dengan menonton video kucing membantu meningkatkan energi dan emosi positif, serta mengurangi perasaan negatif. Bagaimana menurut catlovers?